LeBron James
LeBron Raymone James Sr. (/ləˈbrɒn/;[1] lahir 30 Desember, 1984) adalah pemain bola basket profesional asal Amerika yang bermain untuk Los Angeles Lakers dari National Basketball Association (NBA). Dijuluki "King James", ia dikenal luas sebagai salah satu pemain terhebat dalam sejarah olahraga dan sering dibandingkan dengan Michael Jordan dalam perdebatan mengenai siapa pemain bola basket terhebat sepanjang masa. James telah berkompetisi di 10 Final NBA (dengan delapan penampilan berturut-turut dari 2011 hingga 2018), memenangkan empat kejuaraan NBA. Ia juga memenangkan Piala NBA perdana pada tahun 2023 bersama Lakers, dan tiga medali emas Olimpiade sebagai anggota tim nasional putra AS.
James bermain basket antar sekolah di St. Vincent–St. Mary High School di kotanya, Akron, Ohio, di mana ia dipuji setinggi-tingginya oleh media nasional sebagai bintang NBA selanjutnya. Setelah lulus, ia terpilih nomor 1 di 2003 NBA draft oleh Cleveland Cavaliers. James memimpin Cleveland hingga penampilan Finals pertama Cavaliers di 2007, kalah dari San Antonio Spurs. Tahun 2010, ia meninggalkan Cavaliers untuk bermain membela Miami Heat dalam publikasi spesial ESPN yang berjudul The Decision. James bermain 4 musim untuk Heat, mencapai Finals setiap tahunnya dan memenangkan kejuaraan secara beruntun tahun 2012 dan 2013. Tahun 2013, ia memimpin Miami dalam 27 kemenangan beruntun, ketiga terbanyak dalam sejarah NBA. Menjelang musim terakhirnya di Miami Heat, James memutuskan tidak memperbarui kontraknya dan bergabung kembali ke Cavaliers. Dengan kepemimpinannya, Cleveland melaju ke 2 Finals beruntun (5 dan 6 beruntun untuk James) melawan Golden State Warriors, memenangkannya pada tahun 2016.
Di luar lapangan, James telah mencapai sejumlah kekayaan dan ketenaran dari beberapa sponsornya. Kehidupan publiknya sering menjadi subjek pengawasan, dan ia telah ditetapkan sebagai salah satu dari atlet yang berpengaruh dan populer di seluruh Amerika . Ia telah dimasukkan dalam buku, dokumenter, dan iklan televisi. Ia juga membawa beberapa acara seperti ESPY Awards, Saturday Night Live, dan tampil di film tahun 2015, Trainwreck.
Kehidupan awal
[sunting | sunting sumber]James dilahirkan tanggal 30 Desember, 1984 di Akron, Ohio, oleh ibunya yang berumur 16 tahun, Gloria Marie James, yang membesarkannya sendiri.[2][3]: 22 Sejak kecil, mereka harus berjuang dengan kehidupan mereka, ketika mereka pindah dari apartemen satu ke yang lainnya di lingkungan kumuh di Akron sementara Gloria berjuang untuk mendapat pekerjaan tetap.[4] Menyadari bahwa ia lebih baik pergi ke keluarga yang lingkungannya lebih stabil, Gloria mengizinkan James untuk pindah ke keluarga Frank Walker pelatih football muda, yang memperkenalkan James bola basket ketika ia masih 9 tahun.[3]: 23
Ketika masih muda, James bermain di Amateur Athletic Union (AAU) untuk Northeast Ohio Shooting Stars.[4] Tim itu menikmati kesuksesan di level lokal dan nasional, dipimpin oleh James dan kawannya Sian Cotton, Dru Joyce III, dan Willie McGee.[3]: 24 Tak terpisahkan, mereka menjuluki mereka sebagai "Fab Four" dan berjanji satu sama lain bahwa mereka akan berada di SMA yang sama[3]: 27 Dalam kepindahan yang memicu kontroversi di lokal, mereka memilih untuk bersekolah di St. Vincent–St. Mary High School, sekolah Katolik privat yang mayoritas berkulit putih.[5][6]
Masa SMA
[sunting | sunting sumber]Bola Basket
[sunting | sunting sumber]Sebagai freshmen, James mencetak rata-rata 21 points dan 6 rebounds per game untuk tim varsity St. Vincent-St. Mary.[7] The Fighting Irish finis tahun itu dengan rekor 27–0, memenangkan juara negara bagian Divisi III.[7] Sebagai sophomore, ia mencetak rata-rata 25.2 points dan 7.2 rebounds dengan 5.8 assists dan 3.8 steals per game.[8] Untuk beberapa pertandingan rumah, St. Vincent-St. Mary bermain di Rhodes Arena milik University of Akron berkursi 5,492 orang untuk memuaskan permintaan tiket dari alumni, fans, dan kuliah, serta scout dari NBA yang ingin melihat James bermain.[3]: 51 [9] The Fighting Irish finis musim itu 26–1 dan memenangi lagi kejuaraan negara bagian.[7] Untuk permainannya yang luar biasa, James dinamai sebagai Ohio's Mr. Basketball dan dipilih untuk USA Today All-USA First Team, menjadi sophomore pertama yang mendapatkan keduanya.[10]
Sebelum tahun awal James, ia tampil di SLAM Magazine dan dipuji sebagai kemungkinan "pebasket SMA terbaik di Amerika saat ini."[11] Ketika musim itu, ia tampil di cover Sports Illustrated, menjadi pebasket kelas bawah SMA pertama yang melakukannya.[3]: 104 Dengan rata-rata 29 points, 8.3 rebounds, 5.7 assists, dan 3.3 steals per game,[7] ia dinamai lagi sebagai Ohio's Mr. Basketball dan terpilih untuk USA Today All-USA First Team,[7] dan menjadi pemain junior pertama yang memenangkan Gatorade National Player of the Year Award untuk basket pria.[3]: 117 St. Vincent-St. Mary finis musim itu dengan rekor 23–4 , mengakhiri musim mereka dengan kekalahan di game kejuaraan Divisi II.[3]: 114 Setelah kekalahan itu, James mempertimbangkan dengan serius untuk mengikuti 2002 NBA draft, gagal mengajukan petisi untuk penyesuaian untuk masuk ke NBA Draft yang calon pemainnya setidaknya lulus SMA.[12] Dalam waktu ini, James menggunakan marijuana untuk menghilangkan stressnya yang berakibat perhatian media yang ia terima.[13][14][15]
Ketika tahun seniornya, James dan the Fighting Irish berkeliling satu negara untuk bermain dengan beberapa tim berperingkat nasional, termasuk game melawan Oak Hill Academy yang ditelevisikan secara nasional oleh ESPN2.[3]: 142 Time Warner Cable, berencana untuk mengambil kesempatan dari popularitas James, menawarkan game St. Vincent-St. Mary's kepada pelanggan dalam basis pay-per-view selama musim itu.[3]: 143 Tahun itu, James mencetak rata-rata 31.6 points, 9.6 rebounds, 4.6 assists, dan 3.4 steals per game,[10] dinamai Ohio's Mr. Basketball dan USA Today All-USA First Team untuk ketiga kalinya secara beruntun, hal yang belum pernah terjadi sebelumnya,[3]: 178 [7] dan dinamai Gatorade National Player of the Year untuk kedua kalinya secara beruntun.[7] Ia ikut dalam game all-star akhir tahun SMA—the EA Sports Roundball Classic, the Jordan Capital Classic, dan 2003 McDonald's All-American Game tahun 2003—menghanguskan kelayakannya untuk masuk NCAA dan membuatnya resmi ia akan masuk ke 2003 NBA draft.[16] Menurut penulis Ryan Jones, James meninggalkan SMA sebagai "pebasket yang penuh sensasi yang pernah ada".[3]: 142
Ketika masa seniornya, James During his senior year, James adalah pusat dari beberapa kontroversi. Untuk ulang tahunnya yang ke-18, ia menerima Hummer H2 dari ibunya, yang mendapat jaminan pinjaman kendaraan memanfaatkan kekuatan pendapatan masa depan LeBron sebagai atlet profesional.[17] Hal ini mendorong terjadinya investigasi oleh Ohio High School Athletic Association (OHSAA) dengan pedomannya menyatakan bahwa tidak ada pemain amatir yang boleh menerima hadiah diatas $100 sebagai hadiah untuk performa atletik.[16] Kemudian di musim yang sama, James menerima 2 throwback jerseys seharga $845 dari toko pakaian perkotaan sebagai hadiah untuk berpose untuk gamber, dengan resmi melanggar peraturan OHSAA dan membuatnya dilucuti dari kelayakan olahraga SMA-nya.[16] James mengajukan banding dan hukumannya dikurangi menjadi skors selama 2 game, membuatnya bisa bermain untuk sisa musim. The Irish juga dipaksa untuk mengorbankan 1 kemenangan mereka, satu-satunya kekalahan resmi mereka musim itu.[18] Game pertama setelah suspensi, James mencetak 52 point, yang tertinggi selama kariernya.[19]
Sepak bola Amerika
[sunting | sunting sumber]James bermain di posisi wide receiver untuk tim football SMA St. Vincent-St. Mary dan direkrut oleh beberapa program dari Divisi I, termasuk Notre Dame.[3]: 51 [20] Sebagai sophomore, ia dinamai first team all-state, dan sebagai junior ia memimpin Fighting Irish hingga semifinal negara bagian.[8] Kariernya di football harus berakhir karena cedera di pergelangan tangannya ketika game basket AAU.[21] Banyak analis olahraga, kritikus football, pelatih SMA, dan pemain sekarang dan sebelumnya berspekulasi bahwa ia bisa saja bermain di National Football League.[3]: 91 [22][23][24][25]
Karier profesional
[sunting | sunting sumber]Cleveland Cavaliers (2003–2010)
[sunting | sunting sumber]Musim Rookie (2003–04)
[sunting | sunting sumber]
James terpilih sebagai urutan pertama di 2003 NBA draft oleh Cleveland Cavaliers.[26] Di game profesional pertamanya, ia mencetak 25 poin melawan Sacramento Kings, membuat rekor NBA untuk poin masuk dalam debut sebagai pemain prep-to-pro.[27] Di akhir musim, ia mendapat NBA Rookie of the Year, finis dengan rata-rata 20.9 points, 5.5 rebounds, dan 5.9 assists per game.[28] Ia menjadi pemain Cavalier pertama yang menerima penghargaan tersebut dan menjadi hanya pemain ketiga dalam sejarah NBA yang mencetak rata-rata setidaknya 20 points, 5 rebounds, and 5 assists per game pada tahun rookienya.[29] Cavaliers finis musim itu 35–47, gagal mencapai playoffs meski menang 18 game lebih banyak dari tahun sebelumnya.[30]
Mulai menjadi superstar (2004–2008)
[sunting | sunting sumber]James mendapatkan seleksi NBA All-Star Game yang pertama pada tahun 2004–05, berkontribusi 13 points, 8 rebounds, dan 6 assists dalam upaya kemenangan untuk Eastern Conference.[31] 20 Maret, ia mencetak 56 points melawan Toronto Raptors, terbanyak dalam satu game untuk Cleveland.[32] Dengan rata-rata akhir 27.2 points, 7.4 rebounds, 7.2 assists, dan 2.2 steals per game, di akhir musim, ia diberi penghargaan All-NBA Team pertamanya.[8] Meski dengan rekor 30–20 untuk memulai tahun itu,[32] Cavaliers gagal lagi masuk ke playoff, finis musim itu dengan 42–40.[33]
Ketika