Lembaga Kantor Berita Nasional Antara
6°10′52″S 106°49′26″E / 6.181°S 106.824°E
| Nama sebelumnya | NV Kantor Berita Antara |
|---|---|
| Jenis | Badan usaha milik negara |
| Industri | Media berita |
| Pendiri | Adam Malik Soemanang Soerjowinoto A.M. Sipahoetar Pandu Kartawiguna |
Wilayah yang dilayani | Seluruh dunia |
Tokoh kunci | Benny Siga Butarbutar[1] (Direktur Utama) Akhmad Munir[2] (Ketua Dewan Pengawas) |
| Produk | Kantor berita |
| Merek |
|
| Layanan |
|
| Pendapatan | |
| Total aset | |
| Total ekuitas | |
| Pemilik | Pemerintah Indonesia |
Jumlah karyawan | 895 (2022)[3] |
Perum Lembaga Kantor Berita Nasional Antara (biasa disingkat menjadi LKBN Antara), atau lebih dikenal sebagai ANTARA (digayakan dengan huruf kapital semua), adalah sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang berperan sebagai kantor berita. Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, hingga akhir tahun 2022, perusahaan ini memiliki 34 kantor perwakilan di seantero Indonesia, serta kantor perwakilan luar negeri di Malaysia dan Tiongkok.[3][4]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]
Pra kemerdekaan Indonesia
[sunting | sunting sumber]Perusahaan ini didirikan pada tanggal 13 Desember 1937 dengan nama NV Kantor Berita Antara antara lain oleh Abdul Hakim, Djohan Sjahroezah, Albert Manumpak Sipahutar, Soemanang, Adam Malik, dan Pandoe Kartawigoena, karena mereka merasa tidak puas dengan pemberitaan peristiwa-peristiwa di Hindia Belanda yang dibuat oleh kantor berita Aneta, terutama mengenai kehidupan sosial politik masyarakat. Aneta bahkan sering tidak memberitakan peristiwa-peristiwa politik yang terjadi di kalangan masyarakat Indonesia, sehingga Aneta dianggap berat sebelah.
Perusahaan ini awalnya menerbitkan sebuah buletin dengan nama 'Buletin Antara'[5] dengan kantor di Jl. Pos No. 57. Redaktur pertama perusahaan ini adalah Abdul Hakim dengan dibantu oleh Sanoesi Pane, Soemanang, Mr. Alwi, Djohan Sjahroezah, dan Sugondo Djojopuspito.[5][6][7] Pada tahun 1941, Soemanang menyerahkan jabatan direktur perusahaan ini kepada Sugondo Djojopuspito, sementara redaktur tetap dijabat oleh Adam Malik yang merangkap sebagai wakil direktur.
Pada tahun 1942, saat Jepang mulai menduduki Indonesia, perusahaan ini memindahkan kantornya ke bekas kantor Aneta di Noord Postweg 53, Paser Baroe (sekarang Jl. Antara No. 53, Pasar Baru) bersama dengan Kantor Berita Domei. Perusahaan ini menempati lantai bawah dari gedung tersebut, sementara lantai atas ditempati oleh Domei. Jepang awalnya memperbolehkan perusahaan ini untuk beroperasi dengan nama Antara, tetapi sejak tanggal 29 Mei 1942, perusahaan ini harus mengubah nama menjadi 八島, Yashima, 'delapan pulau' yang berarti semesta. Soegondo Djojopuspito juga pindah bekerja ke Shihabu (dinas kepenjaraan), sementara Adam Malik dan Albert Sipahutar tetap bekerja di perusahaan ini.